disarankan di bandung (Explicit)
disarankan di bandung (Explicit)
Dongker - Topic
Lirik Lagu
Sudah cukup dingin
Di kamar kontrakan yang pengap
Ujung sepatu mulai terlepas
Seperti diriku yang mulai terhempas
Dari pelukan hangat orang tua
Katanya, "Di Bandung indah..."
"Apalagi untuk anak sepertimu"
Sekolah yang berjanji
Untuk mengubah anak ingusan
Menjadi manusia cerdas
Penuh rencana yang matang
Oh ternyata (oh ternyata)
Semua hanya omong kosong
Hanya bisa merangkai
Kata-kata yang penuh arti
Yang kau tangkap
Hanya setengahnya saja
Selebihnya, hanyalah pemanis
Di dalam lagu yang paling menyedihkan
Katanya, "Di Bandung indah..."
"Apalagi untuk anak sepertimu"
Sekolah yang berjanji
Untuk mengubah anak ingusan
Menjadi manusia cerdas
Penuh rencana yang matang
Oh ternyata (oh ternyata)
Semua hanya omong kosong
Dan pada akhirnya
Aku hanya bisa pulang
Membawa luka
Yang tak sempat disembuhkan
Di Bandung indah...
Di Bandung indah...
Di Bandung indah...
Makna & Interpretasi
Lagu "Disarankan di Bandung" oleh Dongker mengangkat tema disonansi antara harapan dan realita, khususnya bagi kaum muda yang merantau ke kota besar (Bandung, yang seringkali dianggap sebagai pusat pendidikan dan kreativitas) demi masa depan yang lebih baik. Protagonis lagu ini meninggalkan rumah dan kenyamanan orang tua, didorong oleh anggapan bahwa Bandung adalah tempat yang "indah" untuk berkembang.
Namun, realitas yang dihadapi jauh dari ideal; ia terjebak dalam kehidupan yang "dingin" dan "pengap" di kamar kontrakan. Metafora "ujung sepatu mulai terlepas" mencerminkan keadaan dirinya yang mulai terhempas atau kehilangan pegangan dalam hidup. Kritik tajam diarahkan pada institusi pendidikan ("Sekolah yang berjanji") yang gagal memenuhi janjinya untuk mengubah anak muda menjadi individu yang cerdas dan matang. Janji-janji tersebut akhirnya dianggap sebagai "omong kosong".
Pada bait kedua, terdapat refleksi bahwa meskipun ia mencoba menyuarakan perasaannya melalui rangkaian kata (mungkin melalui seni atau lagu), pesannya hanya ditangkap sebagian. Sisanya hanyalah "pemanis" yang menutupi kesedihan mendalam. Pada akhirnya, ia menyadari kegagalan upayanya dan harus kembali pulang membawa "luka yang tak sempat disembuhkan".
Pengulangan frase "Di Bandung indah..." di bagian akhir lagu memiliki nuansa ironis, menyoroti kekecewaan mendalam terhadap kota yang disarankan (disarankan) sebagai solusi, tetapi justru meninggalkan rasa hampa dan kegagalan.
Kord Gitar per Baris
G C
Sudah cukup dingin
D Em
Di kamar kontrakan yang pengap
G C
Ujung sepatu mulai terlepas
D Em
Seperti diriku yang mulai terhempas
G C D
Dari pelukan hangat orang tua
C G
Katanya, "Di Bandung indah..."
D Em
"Apalagi untuk anak sepertimu"
C G
Sekolah yang berjanji
D Em
Untuk mengubah anak ingusan
C G
Menjadi manusia cerdas
D Em
Penuh rencana yang matang
C G
Oh ternyata (oh ternyata)
D Em
Semua hanya omong kosong
G C
Hanya bisa merangkai
D Em
Kata-kata yang penuh arti
G C
Yang kau tangkap
D Em
Hanya setengahnya saja
G C
Selebihnya, hanyalah pemanis
D
Di dalam lagu yang paling menyedihkan
C G
Katanya, "Di Bandung indah..."
D Em
"Apalagi untuk anak sepertimu"
C G
Sekolah yang berjanji
D Em
Untuk mengubah anak ingusan
C G
Menjadi manusia cerdas
D Em
Penuh rencana yang matang
C G
Oh ternyata (oh ternyata)
D Em
Semua hanya omong kosong
Am Em
Dan pada akhirnya
C G
Aku hanya bisa pulang
Am Em
Membawa luka
C D
Yang tak sempat disembuhkan
G
Di Bandung indah...
C
Di Bandung indah...
D
Di Bandung indah...
Post a Comment for "disarankan di bandung (Explicit)"